TOSS TBC Temukan & Obati Sampai Sembuh

Dipublikasikan pada: 07 Apr 2026

TOSS TBC : Temukan & Obati Sampai Sembuh

Oleh : dr. Dara Indria & dr. Mega Fadhillah

 

 

Tuberkulosis merupakan penyakit kronik menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini berbentuk batang/basil dan bersifat tahan asam sehingga dikenal dengan Basil Tahan Asam (BTA). Sebagian besar bakteri TB menginfeksi parenkim paru dan menyebabkan TB paru, namun bakteri ini juga memiliki kemampuan menginfeksi organ tubuh lainnya (TB ekstra paru) seperti pleura, kelenjar limfe, tulang, dan organ lainnya. 

 

Epidemiologi

Data dari WHO menunjukkan pada tahun 2022 terdapat 1.3 juta kematian akibat TB di seluruh dunia. TB juga merupakan penyebab 167.000 kematian pada pasien HIV di tahun yang sama. Di tahun 2022, sekitar 7.5 juta orang didiagnosis TB dan 46% dari jumlah tersebut tinggal di Asia Tenggara. 

Menurut Global TB R eport 2024, Indonesia berada di peringkat ke-2 kasus TB tertinggi di dunia setelah India. 

 

Faktor Risiko

Terdapat beberapa kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit TB, kelompok tersebut adalah : 

1.      Orang dengan HIV positif dan penyakit imunokompromais lain (DM/gangguan ginjal parah/kekurangan gizi)

2.      Orang yang mengonsumsi obat imunosupresan dalam jangka waktu panjang (ex. penderita lupus, rheumatoid arthritis dan psoriasis)

3.      Perokok 

4.      Konsumsi alkohol tinggi

5.      Anak usia <5 tahun dan lansia

6.      Memiliki kontak erat dengan orang dengan penyakit TB aktif yang infeksius

7.      Berada di tempat dengan risiko tinggi terinfeksi tuberkulosis (ex. pemukiman kumuh dan padat penduduk)

8.      Petugas kesehatan yang merawat penderita TB

 

 

Tanda & Gejala

Biasanya muncul secara perlahan dan berlangsung lama, terutama pada TB paru

 

1. Gejala Utama

  • Batuk terus-menerus ≥ 2–3 minggu
  • Batuk berdahak
  • Batuk darah (hemoptisis)
  • Sesak napas
  • Nyeri dada saat bernapas atau batuk

 

2. Gejala Umum (Gejala Sistemik)

  • Demam ringan yang lama
  • Keringat malam berlebihan
  • Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
  • Nafsu makan menurun
  • Mudah lelah dan lemas

 

3. Gejala pada Anak

  • Berat badan tidak naik atau turun
  • Demam lama
  • Batuk kronis
  • Anak tampak lesu dan kurang aktif

 

4. Gejala TB Ekstra Paru

  • Kelenjar getah bening → pembengkakan di area KGB, paling sering di leher
  • Tulang → nyeri tulang atau punggung
  • Selaput otak (meningitis TBC) → sakit kepala, kaku leher

 

Gejala khas TBC adalah batuk lama lebih dari 2 minggu disertai demam, keringat malam, dan penurunan berat badan. Jika gejala ini muncul, perlu pemeriksaan dahak/sputum, rontgen paru, atau tes lain untuk memastikan diagnosis.

 

Pengobatan

1.    Tujuan pengobatan TB

a.         Menyembuhkan, mempertahankan kualitas hidup dan produktivitas pasien 

b.        Mencegah kematian akibat TB aktif atau efek lanjutan 

c.         Mencegah kekambuhan TB 

d.        Mengurangi penularan TB kepada orang lain 

e.         Mencegah perkembangan dan penularan resistan obat

 

2.    Prinsip pengobatan

a.       Pengobatan diberikan dalam bentuk paduan OAT yang tepat mengandung minimal 4 macam obat untuk mencegah terjadinya resistensi 

b.      Diberikan dalam dosis yang tepat 

c.       Ditelan secara teratur dan diawasi secara langsung oleh PMO (pengawas menelan obat) sampai selesai masa pengobatan

d.      Pengobatan diberikan dalam jangka waktu yang cukup terbagi dalam tahap awal serta tahap lanjutan untuk mencegah kekambuhan.

 

3.    Tahapan pengobatan

a.       Tahap awal 

Pada tahap ini adalah dimaksudkan untuk menurunkan jumlah bakteri yang ada dalam tubuh dan meminimalisir bakteri yang mungkin sudah resistan sejak sebelum mendapatkan pengobatan. Pengobatan tahap awal pada semua pasien baru diberikan selama 2 bulan. Pada umumnya dengan  pengobatan secara teratur dan tanpa adanya penyulit, daya penularan sudah menurun setelah pengobatan selama 2 minggu pertama. 

b.      Tahap lanjutan 

Pengobatan tahap lanjutan bertujuan membunuh sisa-sisa bakteri yang masih ada dalam tubuh, khususnya bakteri persisten sehingga pasien dapat sembuh dan mencegah terjadinya kekambuhan. Durasi tahap lanjutan selama 4 bulan. 

Pasien TB paru mendapatkan paduan obat : 2RHZE/4HR, selama 6 bulan. Untuk TB ekstra paru biasanya diperlukan durasi pengobatan yang lebih dari 6 bulan. Semua pemberi layanan harus memastikan pemantauan pengobatan dan dukungan untuk semua pasien TB agar dapat menjalankan pengobatan hingga selesai.

Pencegahan

1.    Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin). Vaksin ini termasuk dalam daftar imunisasi wajib dan diberikan sebelum bayi berusia 2 bulan. 

2.    Menggunakan masker saat berada ditempat ramai dan berinteraksi dengan penderita TBC, serta mencuci tangan.

3.    Tutup mulut saat bersin, batuk, dan tertawa

4.    Tidak membuang dahak atau meludah sembarangan.

5.    Pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik, misalnya dengan sering membuka pintu dan jendela agar udara segar serta sinar matahari dapat masuk.

6.    Jangan tidur sekamar dengan orang lain, sampai dokter menyatakan TBC yang diderita tidak lagi menular.

7.    Khusus bagi penderita TB menggunakan masker ketika berada disekitar orang terutama selama tiga minggu pertama pengobatan, upaya ini dapat membantu mengurangi resiko penularan.

 

Mitos & Fakta Seputar TBC

#Mitos 1 : TBC tidak bisa disembuhkan

Fakta : TBC bisa sembuh jika pasien menjalani pengobatan secara teratur selama minimal 6 bulan dengan obat anti Tuberkulosis (OAT) sesuai anjuran tenaga kesehatan.

#Mitos 2 : Jika batuk sudah berhenti, obat boleh dihentikan

Fakta : Pengobatan tidak boleh dihentikan sebelum waktunya, walaupun gejala sudah hilang. Jika obat dihentikan terlalu cepat, bakteri bisa menjadi kebal obat (TBC resisten obat) sehingga pengobatan lebih sulit.

#Mitos 3 : TBC menular lewat makanan atau berbagi alat makan

Fakta : TBC menular melalui udara, terutama ketika penderita batuk, bersin atau berbicara sehingga percikan droplet yang mengandung bakteri terhirup orang lain.

#Mitos 4 : Semua batuk adalah TBC

Fakta : Tidak semua batuk TBC. Namun batuk lebih dari 2 minggu, terutama disertai dahak, darah, demam, atau penurunan berat badan perlu diperiksa ke fasilitas kesehatan.

#Mitos 5 : Penderita TBC harus dijauhi sepenuhnya

Fakta : Penderita TBC tetap bisa berinteraksi dengan orang lain. Dengan pengobatan rutin, etika batuk, dan ventilasi ruangan yang baik, risiko penularan bisa dikurangi. 

Sumber :

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2019. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2022. Stop Tuberkulosis.

Tobin EH, Tristram D. Tuberculosis Overview. [Updated 2024 Dec 22]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441916/

TOSS TBC Temukan & Obati Sampai Sembuh